Welcome to Poso

Archive for the ‘Lingkungan’ Category

Ada sesuatu yang menarik perhatian saat mengitari daerah Poso dan sekitarnya. Bougenville! Sepertinya kembang yang selalu mekar dalam aneka warna bunga ini, ada di hampir setiap rumah. Saat menyusuri Parigi Moutong menuju Poso, sepanjang jalan terlihat beraneka Bougenville seakan menemani perjalanan. Bougenville menyapa dalam berbagai tampilan.

Di Poso pun tidak kalah unik. Bougenville selain ditanam berjejer di pinggiran jalan, juga terlihat menghiasi pintu gerbang. Bahkan ada yang membentuknya menyerupai kanopy atau gazebo untuk bersantai di bawahnya. Dengan keterampilan khusus, Bougenville pun disambung dengan varian lainnya sehingga dalam satu pohon dihasilkan kembang berbagai warna.

Tanah Poso yang subur bergabung dengan sifat alamiah Bougenville yang tidak manja dan tidak memerlukan perawatan khusus, menghasilkan keindahan paduan warna di mana-mana. Tidak selalu di depan rumah mewah, Bougenville pun terlihat menghiasi rumah-rumah sederhana. Rumah boleh sederhana, tetapi dari Bougenville yang terpelihara baik, terlihat keindahan dan kekayaan hati pemiliknya.

Bakat alamiah masyarakat ini seharusnya diwadahi dan dimaksimalkan sebagai aset untuk menunjang cita-cita menjadikan Poso sebagai salah satu daerah yang indah untuk tujuan wisata. Bukan tidak mungkin kalau pemda Poso akan menggelar lomba halaman terindah? Atau lomba taman bougenville? Apapun itu, semarak Bougenville, tanpa disadari telah setia memperindah Poso dan sekitarnya..

Ini adalah beberapa hasil jepretan dengan menggunakan kamera sederhana 2MP. Apakah salah satunya rumah Anda? Selamat karena Anda memiliki sesuatu yang indah untuk menghormati orang yang memandang rumah Anda.

Bila ditangani dengan serius, bukan tidak mungkin predikat kota Bunga di Sulawesi juga layak disandang oleh Poso sebagaimana Tomohon di Sulawesi Utara.

Advertisements

Memandangi Poso dari segala sudut memang selalu mengasyikkan. Mungkin Poso adalah keindahan yang tertawan. Mutiara yang masih malu-malu. Dalam suatu perjalanan beberapa hari yang lalu, Posocity menumpang pesawat SMAC terbang ke Makassar.

Dari atas pesawat yang berkapasitas 22 penumpang ini, pemandangan Poso sangat jelas. Sayang perjalanan ini berlangsung sore hari disaat matahari mulai meredup. Tetapi hal itu tidak mengurangi semangat Posocity untuk mengabadikan beberapa keindahan di bawah sana meski hanya dengan pocket camera Casio Exilim.

Dua gambar di bawah ini adalah pemandangan saat pesawat baru take-off dari bandara Kasiguncu Poso. Kota Poso terlihat di kejauhan di tepian lekukan pantai yang menghadap ke Teluk Tomini.

Beberapa menit kemudian, pesawat melintas di atas kampung Sulewana. Di sini PT Poso Energy membangun pembangkit tenaga listrik (PLTA) yang merupakan PLTA pertama di Indonesia yang asli karya anak negeri sendiri. Foto di bawah ini menunjukkan lokasi PLTA Poso yang menggunakan sumber air yang mengalir dari Danau Poso.

Sekitar 10 km dari Sulewana, pesawat melewati kota Tentena. Penanda utama Tentena yang terlihat adalah 2 jembatan tua dan jembatan baru yang melintasi mulut Danau Poso yang mengalirkan airnya ke sungai Poso.  Danau Poso terletak pada ketinggian 600m di atas permukaan laut.

Sore makin meredup, mata ini tak bosan mengintip birunya Danau Poso dari ketinggian. Sayang sekali danau ini belum dimaksimalkan potensi wisatanya dengan penyediaan fasilitas rekreasi air yang memadai.Tetapi bagi yang merindukan ketenangan alam, Danau Poso adalah tempat yang tepat.

Gambar-gambar bisu ini hanya memperlihatkan sedikit dari potensi Poso yang melimpah. Semoga gambar-gambar ini berbicara ke telinga-telinga yang tepat. Yang sungguh mau melakukan yang terbaik bagi kemajuan Poso. Semoga.

Minggu pagi (25/07) sekitar jam 06.50 WIB, kota Poso dan sekitarnya diguncang gempa. Getarannya cukup keras, tetapi tidak menimbulkan kepanikan. Beberapa orang sekitar yang berdekatan dengan redaksi posocity terlihat keluar rumah saling mengabari kalau terjadi gempa.

Menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), gempa tersebut berkekuatan 5,3 skala Richter dan bersumber dari lokasi sekitar 23 km arah Barat Daya kota Poso, tepatnya pada koordinat 1.33 LS, 120.55BT, pada kedalaman 25km. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Beberapa jam setelah kejadian, pada saat berita ini ditulis, tidak terjadi ada gempa susulan. Posocity pun belum menerima adanya kerusakan bangunan ataupun korban terkait gempa tersebut.

Suatu pagi, pekan lalu, tepi Danau Poso, Tentena, Kabupaten Poso (265 kilometer arah selatan Kota Palu), Sulawesi Tengah, Yusuf Tasiabe (48) menunjukkan seekor sogili (sejenis belut) dalam keramba. Di dalam jaring, tubuh binatang licin itu meliuk-liuk. Nyaris saja sogili itu melompat keluar jaring kalau Yusuf tak sigap menutup jaring.

”Rugi kalau sampai sogili lepas lagi ke danau. Selain harganya mahal, mendapatkannya sudah susah sekali. Ini saya dapatkan sebulan lalu dan simpan di keramba. Kalau ada yang mau beli, tinggal dijual,” katanya. Read the rest of this entry »