Welcome to Poso

Archive for the ‘Keamanan’ Category

Seribu arti bahasa cinta lewat gambar.

Seperti beberapa tahun sebelumnya, perayaan Natal di Poso tahun ini berjalan lancar, aman dan meriah. Suasana Natal telah terasa sejak awal Desember. Sudah menjadi tradisi bagi umat kristiani Poso memasang rangkaian lampu yang dililitkan pada sebatng bambu dan diletakkan di gerbang rumah. Di malam hari, pemandangan menjadi semarak oleh lampu warna-warni.

Perayaan natal telah berlangsung di beberapa gereja sejak awal Desember. Suasana kerukunan sangat terasa karena sukacita masyarakat kristiani juga diramaikan oleh umat muslim dan hindu yang juga banyak terdapat di Poso. Hampir setiap hari terlihat sekumpulan remaja Poso bolak balik kota Poso dan kota wisata Tentena saling mengunjungi satu sama lain merayakan natal. Di malam hari, langit menjadi semarak oleh kembang api yang dimainkan anak-anak.

Operasi Lilin: Salah satu pos menempati Kantor Bea Cukai Poso

Suasana kerukunan semakin terasa ketika malam tanggal 19 Desember 2011, bupati Poso, Piet Inkiriwang mengadakan Safari Natal yang diadakan di Gereja Zion yang terletak di pusat kota Poso. Safari Natal merupakan tradisi merayakan natal yang dirangkaikan dengan silaturahmi dengan berbagai tokoh agama di Kabupaten Poso. Terlihat hadir puluhan ulama, pendeta, pastor, serta pendeta Hindu berbaur bersama unsur Muspida dan masyarakat Poso. Dalam sambutannya, Bupati Poso mengucapkan syukur dan terima kasih atas keamanan dan situasi Poso yang sudah semakin kondusif.

Pihak keamanan sendiri mengerahkan melalui Operasi Lilin sejumlah petugas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa pos keamanan didirikan di titik-titik strategis. Kapolres Poso, Kapolres Poso AKBP Pulung. R, SH mengerahkan sekitar 700 polisi untuk meningkatkan rasa aman warga dalam melaksanakan Natal dan malam pergantian tahun.

Advertisements

Baliho Piet - Syamsuri

Hari Rabu, 2 Juni 2010, masyarakat Poso melaksanakan pemilihan kepala daerah (bupati). Pemilihan tersebut untuk memilih pemimpin Poso 5 tahun kedepan dari 4 pasangan calon yang ada.

Sebelumnya sempat merebak kekuatiran bahwa pilkada kali ini akan diwarnai dengan aksi-aksi tidak terpuji sebagaimana pilkada-pilkada di daerah lain. Selain itu, Poso masih dikuatirkan menyimpan potensi untuk timbulnya kerusuhan.

Ternyata semua kekuatiran tersebut tidak terbukti. Pekan kampanye yang berlangsung sebelumnya, berjalan sangat aman. Tidak terdengar ada gesekan antar pendukung calon bupati. Bahkan pada hari H, pilkada yang dilaksanakan di lebih 400 Tempat Pemungutan Suara (TPS) berlangsung aman dan lancar.

Menjelang sore hari, penghitungan suara yang dilaksanakan menunjukkan bahwa pasangan Piet Inkiriwang – Syamsuri menduduki posisi pertama dengan prolehan suara sementara. Posisi kedua ditempati pasangan Sonny Tandra – Muljadi. Sampai berita ini ditulis penghitungan suara sudah lebih 80 persen. Diperkirakan posisi tersebut tidak akan berubah banyak hingga perhitungan rampung.

Sementara itu, Kamis siang kantor KPU Poso masih dijaga ketat oleh aparat keamanan untuk mengantisipasi aksi-aksi yang tidak diinginkan dari pendukung calon bupati yang tidak menerima kekalahannya. Selain di kantor KPU, tidak kurang 952 polisi, 237 pasukan Brimob, dan 950 pasukan TNI diturunkan untuk menjaga keamanan di berbagai titik di 18 kecamatan..

Meski kecewa dengan capaian Pilkada, Aceo (Hendrik Gary Lyanto), salah satu calon bupati, meninggalkan pesan damai kepada seluruh pendukungnya. Ia menerima kekalahan ini dengan lapang dada dan mewanti-wanti untuk tidak melakukan tindak anarkis dalam bentuk apapun. Pengusaha ini bertolak menuju Jakarta hari Kamis, 4/06 melalui bandara Mutiara, Palu.

”Kitorang pasti dukung, siapapun yang terpilih (jadi bupati). Yang penting Poso aman,” kata Lince, 32, sambil membereskan dagangannya di Pasar Sentral Poso.

Dengan situasi pilkada yang begitu tenang, tidak berlebihan bila kita semua mengucapkan terima kasih dan selamat kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan pilkada ini dengan aman dan lancar. Selamat kepada masyarakat Poso.

Pesawat Dornier 328Tanggal 12 Mei 2010 besok, Express Air akan memulai penerbangan perdananya ke Poso. Rutenya dari Makassar – Poso bolak balik 2 kali seminggu, setiap Rabu dan Jumat pagi jam 06.15. Pihak Express Air melihat peluang dibalik membaiknya kondisi Poso. Trafik penumpang di jalur ini cukup menjanjikan mengingat Makassar sejak lama telah menjadi kiblat perdagangan, industri, pendidikan dan pemerintahan di Indonesia Timur. Keberadaan tambahan alat transportasi ini akan semakin membuka Poso untuk menyelaraskan langkahnya bersama kota-kota lainnya di Sulawesi.

Jarak tersebut ditempuh dalam waktu singkat hanya sekitar 45 menit karena Express Air menerbangi rute ini dengan pesawat Dornier 328 yang dikenal cepat mengarungi angkasa. Setibanya di bandara Kasiguncu Poso, Dornier langsung kembali ke Makassar sekitar jam 07.00 pagi.

”Meski hanya 45 menit perjalanan, kami memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang. Jangan kaget juga kalau anda terbang dengan pilot bule karena Express Air selain menggunakan pilot lokal, juga pilot impor,” kata seorang staf Express Air dengan nada bercanda.

Dari sisi pariwisata, pembukaan jalur ini juga mestinya dipromosikan untuk mempersingkat waktu tempuh wisatawan yang ingin berkunjung ke Poso dan Togean Islands. Selama ini kebanyakan wisatawan mesti melewati jalur memutar lewat Makassar atau Manado ke Palu, atau dari Tana Toraja. Penerbangan Expressair ini memangkas waktu tempuh dan memberikan keuntungan ekonomis yang tinggi.

Pesawat Dornier 328 dengan berkapasitas 30 seat, awalnya diproduksi oleh Dornier Luftfahrt GmbH, Jerman. Belakangan perusahaan tersebut diambil alih oleh Fairchild Aircraft. Dornier 328 kebanyakan dipakai di penerbangan-penerbangan perintis di dunia sejak tahun 1993. Di Australia, pesawat ini mendapat penghargaan atas kemampuannya yang luar biasa untuk menjelajah medan. Kecepatannya cukup tinggi yaitu sampai 620 km/jam dengan interior menawan dan nyaman. Dengan berbagai kelebihan ini, tidak salah bila Express Air banyak menggunakan pesawat ini untuk armadanya.

Harga tiket Makassar – Poso atau sebaliknya mulai Rp400 ribu.

Berita tentang kerusuhan di Rumah Tahanan Poso, merebak beberapa hari terakhir. Beberapa pesan kekuatiran mempertanyakan hal tersebut kepada Posocity.  Kebanyakan penanya mengkuatirkan kejadian tersebut jangan sampai berdampak negatif terhadap ketenangan Poso yang saat ini sangat kondusif.

Kerusuhan di Rumah Tahanan itu sendiri sebetulnya Read the rest of this entry »

Beberapa hari yang lalu sejumlah media massa nasional memberitakan adanya ledakan bom di Poso. Berita tersebut terlanjur mengejutkan ditengah kondisi damai yang saat ini dinikmati masyarakat Poso. Suara keras yang diberitakan sebagai bom tersebut terdengar Selasa malam (01/09) di daerah Landangan, sekitar 7 km dari pusat kota Poso Read the rest of this entry »

Konflik Poso yang selama ini banyak tercitrakan sebagai konflik agama sesungguhnya adalah konflik politik. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan substansi agama. Konflik itu mulai muncul saat terjadi perebutan kekuasaan bupati di Poso yang bersamaan dengan momentum religius, yaitu Natal dan Ramadhan. Ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan momentum tersebut untuk tujuan politik dengan mengeksploitasi perkelahian dua pemuda bernama Roy dan Ridwan yang berbeda agama sehingga pecahlah konflik Poso. Read the rest of this entry »