Welcome to Poso

Fila Merpati

Posted on: 22 April 2010

Kuah AsamNama ini mungkin awalnya dimaksudkan untuk menyebut Villa Merpati, tetapi yang tertulis di papan sederhana itu memang Fila Merpati. Whatever, apalah arti sebuah nama kata sang maestro pujangga, Shakespeare.

Fila Merpati adalah sebuah rumah makan dengan cita rasa spesial tentunya. Letaknya di daerah Labuan, salah satu lekukan teluk Tomini, kira-kira 15 km ke arah Timur kota Poso. Jarak segitu tidaklah terasa disela-sela obrolan seru sambil menikmati keelokan panorama alami yang tersaji sepanjang jalan. Tahu-tahu mobil kami sudah menikung tajam memasuki perkampungan nelayan. Mirip-mirip kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Hanya saja di Labuan tidak ada aroma amis yang menyebar.

Sekilas tidak ada yang istimewa dari rumah makan ini. Bahkan sangat sederhana. Tetapi…wait…ada yang berbeda di sini. Begitu memasuki area rumah makan yang berupa ruangan besar terbuka ke arah laut, suasana nyaman langsung menyergap. Pemandangan yang tersaji di depan mata sangat eksotis. Pemandangan laut sangat tenang, tanpa deburan ombak. Air laut sangat bening, biru kehijauan. Di ujung sana terlihat deretan nyiur menggaris pantai dengan latar pegunungan di baliknya.

Ngomongin rumah makan, yang jelas harus menyidik menunya dong. Disinilah keistimewaan Fila Merpati yang mungkin tidak akan ditemui, di Bandar Jakarta sekalipun. Karena letaknya di tepi laut, menu utamanya tentu saja ikan laut..

Sate usus dan hati tuna

Fila Merpati menyajikan ikan yang sangat segar. Aneka ikan seperti tuna, baronang, cumi, udang, penyu, bahkan ikan hiu dapat dipilih. Segar? Tentu saja, bahkan masih banyak yang berenang dalam ‘sangkar’ di laut depan Fila Merpati. Saat kami sedang memilih menu santapan, sebuah perahu kecil mendekat. Ternyata di atasnya ada seekor tuna sepanjang kira-kira semester yang baru saja ditangkap. Hmmm…

Pilihan kami siang itu adalah tuna bakar, kami memilih bagian dada tuna yang terkenal enak. Terus sate perut tuna (usus dan hati tuna ternyata enak juga), udang bumbu pedas, kuah asam (kepala ikan dan telur ikan dimasak tanpa minyak dengan bumbu asam), sayuran dan lalapan dengan sambal tentunya. Usus dan hati tuna dapat juga digulai laksana daging, atau dimasak bumbu pedas.

Sambil menunggu pesanan, kami ngobrol sambil menikmati sajian kopi hangat. Serasa obrolan kami melayang di atas laut tenang karena terasnya sangat terbuka. Tidak ada hingar bingar kendaraan. Musik pun terdengar sayup-sayup mengantar kesenyapan. Beberapa tamu lain berdatangan untuk bersantap siang. Sepertinya ini memang tempat makan yang spesial.

Tidak berapa lama, kami diminta berpindah ke dalam, dimana meja kami telah dipenuhi jejeran makanan. Wow…tampilannya diatur layaknya restoran gedongan. Aroma masakan langsung mengaduk rasa penasaran. Tanpa banyak ngomong kami segera melahapnya. Sekali lagi, lupakan fakta bahwa ikan itu amis. Di Fila Merpati, ikan yang dimakan ’belum mati’ alias masih segar. Kalau ditempat lain, ikannya sudah berkali-kali mati alias dimakan dengan sedikit aroma.

Dada Tuna Bakar

Dada tuna dibakar dengan teknik yang baik. Tidak hangus tetapi masak sampai di dalam. Dipadu sambal pedas yang pas. Sate usus dan hati tuna, hmm lezat seperti daging. Kuah asam? Jangan ditanya, pe sadaaaap…kata orang Manado. Sudah ya…yang lainnya dijamin enak semua.

Jadi kalau datang ke Poso dan memerlukan tempat yang cozy dan enak untuk makan, cari saja Fila Merpati di daerah Labuan. Kalau punya waktu lebih, luangkan waktu untuk memancing dari teras rumah makan ditemani segelas kopi.

Tuna, fresh from the ocean

%d bloggers like this: