Welcome to Poso

Catatan dari Festival Danau Poso 2009

Posted on: 19 August 2009

Musik Bambu - Bamboo Music Ochestra

Musik Bambu - Bamboo Music Ochestra

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Sabtu (8/8), membuka secara resmi dimulainya Festival Danau Poso (FDP) XII. Festival budaya masyarakat Poso ini kembali diselenggarakan sejak tahun 2007 setelah sempat terhenti selama kurang lebih satu decade karena konflik. Penyelenggaraan FDP XII ini diharapkan dapat memberi citra yang lebih baik tentang keadaan daerah Poso dan sekitarnya yang sudah kembali normal dan aman. Dari FDP ini berbagai ajang wisata yang dulu telah memukau wisatawan asing maupun domestic, kembali dipromosikan.

”Dengan festival ini, kita ingin mengabarkan kepada seluruh Indonesia dan dunia internasional, daerah ini benar-benar aman dan layak dikunjungi. Memang masih ada kekurangan di sana-sini, tetapi diharapkan dengan festival seperti ini, pembenahan akan terus dilakukan sembari terus berpromosi. Intinya, membuktikan dulu bahwa daerah ini memang aman dan kondusif serta layak dikunjungi,” kata Jero Wacik.

Festival Danau Poso dilaksanakan setiap tahun dan menjadi salah satu event pariwisata yang diikuti sembilan kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah. Berbagai atraksi budaya lokal ditampilkan dalam FDP kali ini seperti pagelaran tari dan pakaian tradisional, pameran kerajinan, lomba perahu tradisional, tarik tambang di atas perahu, lomba tangkap ikan sidat (ikan khas Danau Poso), lagu daerah, orkestra musik bamboo, kuliner lokal, moloko (engrang), perahu hias, dan pemilihan puteri wisata Poso.

Festival tahun ini mendapat sambutan antusias warga Tentena, Kecamatan Pamona Utara sebagai tuan rumah. Tentena yang berada di pesisir Danau Poso sejak beberapa bulan lalu telah berhias diri untuk menyambut event budaya ini. Keterbukaan warga sekitar menunjukkan dukungan penuh untuk memajukan wisata Danau Poso. Apalagi festival tahun ini berdekatan juga dengan Festival Bahari Togean yang diadakan di Kepulauan Togean, sebelah Utara kota Poso.

Disekitar area FDP bermunculan pedagang musiman yang turut memberi warna tersendiri bagi kemeriahan festival ini. Selain penduduk lokal, para pedagang ini berasal dari kota Poso, Palu dan daerah sekitarnya. Semuanya berbaur dalam kemeriahan pesta rakyat Poso.

Pengamanan dari aparat kepolisian juga memberi suasana kondusif. Pihak Polres Poso menurunkan sedikitnya 308 aparat untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan FDP. Pengamanan berlapis dilakukan mulai dari pintu gerbang memasuki kota Tentena, dilanjutkan dengan pemngawasan di gerbang masuk area FDP. Kepala Bagian Operasi Polres Poso Ajun Komisaris Baitul Manaf, mengatakan pengawasan dilakukan secara terbuka dan tertutup, termasuk menempatkan petugas kepolisian di sudut-sudut kot Tentena untuik memantau siatuasi secara umum.

Upaya pemerintah daerah dalam menjaga konsistensi pelaksanaan FDP patut diacungi jempol. Selain bertujuan menjaring pendapatan dari kunjungan wisata, ajang ini sangat bermanfaat untuk melestarikan budaya tradisional bagi generasi yang lebih muda.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihak pemda selaku penyelenggara perlu menyediakan dukungan fasilitas yang memadai terutama yang berkaitan dengan akomodasi, transportasi, pemandu, jaringan internet, tempat penukaran uang, dan fasilitas pendukung lain. Sosialisasi dan iklan tentang festival bergengsi ini pun dirasakan sangat kurang sehingga belum menjangkau target pasar maksimal yang diharapkan.

Akan tetapi melihat antusiasme pemerintah dan masyararakat dalam mendukung pelaksanaan FDP XII tahun 2009, kita layak optimis untuk FDP 2010 yang lebih baik. Mari kita jaga bersama kedamaian bumi Sintuwu Maroso, Poso tercinta.

2 Responses to "Catatan dari Festival Danau Poso 2009"

wah mantap nih. kalo boleh tau tanggal berapa yah acaranya?

Izin copy fotonya ya Bos…

Comments are closed.

%d bloggers like this: