Welcome to Poso

Perluasan Dermaga Pelabuhan Poso

Posted on: 11 August 2009

Wilayah Poso dan sekitarnya akan semakin terbuka terhadap perdagangan nasional dan internasional. Hal ini terlihat sejak Bea Cukai Poso melakukan pelayanan proses impor melalui Pelabuhan Poso untuk pertama kalinya yang ditandai dengan merapatnya Kapal NS Esperanza dari China di Pelabuhan Poso pada tanggal 22 Maret 2009 lalu. Kapal cargo tersebut menandai semakin kondusifnya wilayah Poso dan sekitarnya terhadap kegiatan perdagangan internasional.

Pemancangan Tiang Perluasan Pelabuhan Poso

Pemancangan Tiang Perluasan Pelabuhan Poso

Meski kondisi pelabuhan masih dibawah standard dan belum dilengkapi peralatan pendukung seperti crane, lapangan penimbunan yang memadai, pergudangan dan sebagainya, proses impor bersejarah ini berlangsung lancar dengan dukungan semua pihak.

Dengan kondisi daerah yang semakin membaik serta untuk mengantisipasi lonjakan arus barang dan penumpang melalui pelabuhan Poso, pemerintah mengucurkan bantuan dana melalui APBN sebesar Rp39 milyar untuk memperluas dermaga pelabuhan Poso termasuk melakukan penambahan panjang runway bandara Kasiguncu, Poso sebagai infrastruktur vital untuk membuka keterisolasian Poso dan sekitarnya.

Pelaksanaan pemancangan tiang perluasan dermaga pelabuhan Poso dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 Agustus 2009. Peresmian proyek tersebut dilakukan Bupati Poso, Piet Inkiriwang, disaksikan pejabat pemda dan instansi terkait.

Bupati Inkiriwang berharap dengan selesainya perluasan pembangunan dermaga di pinggiran utara kota Poso ini, nantinya dapat menghapus isolasi wilayah Poso dari perhubungan laut. Selain mendukung perdagangan internasional, diharapkan pula pelabuhan Poso dapat kembali disinggahi kapal penumpang milik PT Pelni dan serta kapal-kapal peti kemas.

Piet berharap bahwa tahun depan, pelabuhan Poso sudah dapat kembali diramaikan kapal penumpang Pelni seperti Tilongkabila yang saat ini menghubungkan Denpasar – Makassar – Baubau – Kendari – Luwuk – Gorontalo. Saat dalam pelayaran dari Luwuk ke Gorontalo dan sebaliknya, KM Tilongkabila diharapkan bisa mampir di Pelabupan Poso.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Poso, Mohamad Husni, menjelaskan awalnya rencana perluasan pembangunan Dermaga Poso itu sebenarnya dilaksanakan pada awal Juni 2009. Akan tetapi, kata dia, karena terkendala masalah teknis, sehingga baru dapat dimulai pelaksanaannya pada Selasa ini (11/8). Pekerjaan besar ini bakal ditangani PT Abadi Prima Konindo dengan konsultan CV Krearchindo.

Husni menambahkan, sesuai rencana, perluasan Dermaga Poso itu akan dilaksanakan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama berupa pembangunan jaringan jalan (trestle) dengan ukuran 6 x 32m menuju dermaga di bagian timur guna mendukung kelancaran kapal-kapal yang akan berlabu. Sedangkan tahap dua yakni perluasan kawasan dermaga seluas 9 x 150m di bagian selatan. Dermaga baru direncanakan memiliki kedalaman 9m, atau sekitar 3m lebih dalam dari dermaga lama. 

Selain itu, Pelabuhan Poso juga memerlukan areal seluas dua kilometer persegi untuk dijadikan tempat sandar kapal, lapangan penumpukan barang, kawasan pergudangan, lapangan parkir kendaraan, serta terminal penumpang. Untuk mendukung ketersediaan lahan tersebut, Pemkab Poso berencana merelokasi 65 kepala keluarga yang menetap di sekitar dermaga tersebut, sehingga proses perluasan pelabuhan laut di daerahnya itu bisa segera dilaksanakan secara keseluruhan.

Lokasi baru tempat tinggal untuk para keluarga yang direlokasi ini tengah disiapkan untuk mengantisipasi permasalahan sosial yang lebih lanjut.

%d bloggers like this: