Welcome to Poso

Lezatnya Keuntungan Kakao

Posted on: 2 June 2009

Banyak orang yang dengan bangga membeli batangan coklat berlabel merk Swiss yang terkenal enak dan mahal. Padahal lembutnya coklat itu bisa jadi berawal dari biji kakao yang dihasilkan oleh petani Indonesia. Sayangnya, petani dan industri Indonesia belum menikmati sepenuhnya betapa lezat keuntungan yang diperoleh dari biji kakao.

Cokelat Valentine

Cokelat Valentine

Dalam sebuah diskusi bertajuk ”Peta Masalah Kakao Nasional” yang diadakan di Tangerang, Banten (1/6), mengemuka suatu usulan agar pemerintah memberlakukan bea keluar atas ekspor biji kakao. Usulan ini dimaksudkan untuk membatasi ekspor langsung biji kakao agar kebutuhan bahan baku industri dalam negeri dapat terjaga.

Selama ini, sekitar 450.000 ton biji kakao hasil petani Indonesia diekspor langsung ke Malaysia dan Singapura. Di negara-negara tersebut biji kakao diolah menjadi produk bernilai tinggi yang diekspor ke Amerika dan Eropa bahkan juga ke Indonesia. Dengan demikian keuntungan besar justru lebih dinikmati negara lain.

Pengenaan bea keluar atas ekspor biji kakao diharapkan dapat juga memacu industri dalam negeri untuk mengolah biji kakao menjadi bubuk cokelat dan aneka produk lainnya sebelum diekspor. Selain menumbuhkan industri baru dan membuka lapangan kerja, upaya ini dapat menambah nilai jual produk turunan biji kakao.

Buah Kakao

Buah Kakao

Selama ini tidak banyak industri pengolahan biji kakao yang beroperasi di Indonesia karena biji kakao langsung diekspor. Sebagai negara penghasil kakao terbesar kedua di dunia setelah negara Pantai Gading, Indonesia patut memberi perhatian atas tata kelola biji kakao agar memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat. Hal ini sejalan juga dengan target produksi yang diharapkan mencapai 1 juta ton kakao ditahun 2012.

Daerah Poso dan sekitarnya sebagai penghasil biji kakao kualitas terbaik dapat memanfaatkan peluang ini. Tentunya diperlukan sinergi berbagai pihak yang sungguh-sungguh dapat membuka jalan bagi investor menanamkan modalnya dalam industri pengolahan biji kakao. Bila tidak, peluang ini akan dinikmati daerah lain.

Pengenaan bea keluar yaitu pajak atas barang ekspor bukan merupakan hal baru dalam upaya pemberdayaan dan perlindungan industri nasional. Bea keluar juga diterapkan pada komoditi lain seperti minyak sawit mentah (crude palm oil), kayu, rotan, dan kulit yang belum diolah. Diharapkan komoditi-komoditi tersebut dapat diolah terlebih dahulu oleh industri dalam negeri sebelum diekspor.

%d bloggers like this: