Welcome to Poso

Perlu Fasilitas Sosial di Rato’ombu

Posted on: 23 May 2009

Tiga tahun setelah konflik Poso, masyarakat di pemikiman transmigrasi Rato’ombu, kecamatan Lage, Poso belum menikmati fasilitas sosial dasar yang memadai. 300-an keluarga di pemukiman ini adalah pengungsi yang meninggalkan rumahnya karena konflik yang berakhir sekitar tiga tahun lalu.

Yuliana (24) misalnya bersama warga lainnya harus berjalan sekitar 2 km untuk mendapatkan air di suatu genangan air keruh. Mereka menyebutnya sungai, tetapi genangan tersebut lebih menyerupai kubangan besar selebar 2m dan panjang sekitar 10m. Dari air itulah mereka hidup, termasuk untuk memasak, mencuci pakaian, dan sanitasi seadanya.

Masalah menjadi lebih runyam bila musim kemarau. ‘Sungai’ tersebut kering. Permasalahan air ini hanya salah satu masalah social pasca konflik yang dialami masyarakat Rato’ombu. Sekolah dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di desa mereka juga tidak berjalan dengan baik karena pegawainya tidak bisa tinggal di Rato’ombu. Salah satunya karena ketiadaan air.

Meski demikian, masyarakat tetap menaruh harapan pada pemerintah daerah Poso untuk menolong mereka. Apalagi mereka masih memiliki kebun sebagai penopang kehidupan. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, masyarakat Rato’umbo dan daerah terpencil lainnya di Poso dapat menikmati fasilitas sosial yang memadai.

(Disarikan dari tulisan berjudul: Tiga Tahun ”Torang” Minum Air Hujan, KOMPAS 23 Mei 2009, oleh: Reny Sri Ayu Taslim)

%d bloggers like this: