Welcome to Poso

Kisah Pisang Goreng

Posted on: 15 May 2009

Poso fried banana

Poso fried banana

Pisang goreng merupakan makanan yang hampir ada di semua tempat. Tak terkecuali di Poso. Penjual pisang goreng dengan mudah dapat ditemui di sudut-sudut kota dan pantai yang ramai untuk bersantai.

Di pantai Penghibur (Jl. Pattimura) Poso ada pun tak luput dari kehadiran hangatnya pisang goreng. Warung-warung ini mulai buka sekitar jam 17.00 sampai tengah malam. Pengunjungnya cukup ramai terutama di akhir pekan. Mulai dari pejalan kaki sampai yang bermobil.

Lalu ada apa dengan pisang goreng? Pertama pisang goreng Poso walaupun dibuat dengan proses yang sangat sederhana, memiliki rasa yang khas. Pisang segar yang dihasilkan langsung dari kebun-kebun rakyat sekitar Poso terasa manis yang pas. Penggorengan menggunakan minyak kelapa yang juga asal tanah Poso jelas memberi nuansa tersendiri di lidah. Jangan kaget bila pisang goreng Anda ditemani sepiring sambal pedas. Yes, itulah kawan bagi si pisang goreng di Poso. Maknyoss..

Pisang goreng ternyata cukup menjanjikan bagi kantong pemilik warung. Menurut salah seorang penjual pisang goreng di pantai Penghibur Poso, dalam semalam mereka menghabiskan sekitar 40 – 60 sisir pisang. Satu potong pisang goreng aslinya hanya 2/3 dari satu buah pisang. Artinya 2 buah pisang menghasilkan 3 potong pisang goreng.

Harga pisang goreng Rp5 ribu per delapan potong. Bila dalam setiap sisir pisang terdapat 20 buah pisang maka diperkirakan penghasilan si pemilik warung dari pisang saja mencapai sekitar Rp750 ribu sampai Rp1,2 juta dalam semalam! Angka yang menggiurkan bin fantastis dari si pisang. Itu belum termasuk hasil penjualan teman-teman si pisang di warung misalnya kopi susu, sarabba(wedang jahe ala Sulawesi), jagung bakar, roti bakar dan lain-lain.

Membuka warung kecil-kecilan tak selamanya membawa rejeki kecil bila diusahakan dengan senang hati dan serius. Bila asal-asalan, bisa juga tidak menghasilkan apa-apa sebagaimana warung di sebelah warung yang dibahas ini. Pisang gorengnya numpuk tapi tidak ada yang beli.

Mentari sudah mulai turun menyiratkan sinar jingga di kejauhan. Saatnya menikmati teh panas, pisang goreng plus sambal pedasnya. Yummy..

3 Responses to "Kisah Pisang Goreng"

peluang bisnis yg menggiurkan….
jd pengen buka usaha…

Wisata “Kuliner” di poso, sama nikmatnya dengan sajian pemandangan danau dan laut poso. Menikmati fried banana sambil menunggu “sunset” dengan desiran angin pantai merupakan orchestra tersendiri bagi masyarakat poso… Thanks kawan, engkau mengingatkan kembali kenangan saya yang terindah.

Ado pe enak skali pisgor poso
beda dengan pisgor bandung kaya pisang makan burung ba pece..
klo poso punya te ada tandingan..

Comments are closed.

%d bloggers like this: