Welcome to Poso

Ekspor Impor di Poso

Posted on: 10 May 2009

NS Esperanza from China

NS Esperanza from China

Banyak pihak yang meragukan kemampuan Poso melayani ekspor impor barang karena masalah keamanan dan infrastruktur. Sebetulnya keraguan itu tidak perlu mengingat aparat keamanan dan pemerintah Poso boleh dikata telah mengembalikan Poso pada kondisi yang mendukung kestabilan. Poso telah berbenah dan siap melangkah maju sebagaimana daerah lainnya di Indonesia.

Terkait infrastruktur, di daerah Poso dan sekitarnya terdapat pelabuhan dan bandara yang cukup representatif untuk kegiatan ekspor impor barang. Pihak terkait di pelabuhan seperti Administrasi Pelabuhan, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, KP3 sampai pihak yang menyediakan buruh pun siap memberikan pelayanan terbaik untuk kegiatan ekspor impor yang pada akhirnya dapat memberi kontribusi bagi perekonomian kawasan ini.

Selain di bandara dan pelabuhan Poso, kegiatan ekspor impor dapat juga dilayani melalui pelabuhan-pelabuhan sekitar seperti Ampana, Kolonedale, Bungku, Tiaka, Wakai, dan lain-lain.

Sedikit kendala saat ini adalah masalah pembayaran Bea Masuk dan Pajak dalam Rangka Impor (PDRI) yang belum bisa ditangani perbankan Poso. Hal tersebut dikarenakan beberapa sebab, antara lain juga karena belum tersedianya Modul Penerimaan Negara di Kantor Perbendaharaan Negara (KPN). Bila Modul tersebut telah siap, perbankan Poso bisa langsung link ke KPN, Bea Cukai, Pajak, Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan Pusat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, untuk sementara Bea Masuk dan PDRI dapat dibayarkan langsung oleh importir melalui Bank di Palu atau Luwuk. Bukti pembayaran inilah yang digunakan importir untuk mengurus importasi barang di Bea Cukai.

Tanggal 15 Maret 2009 lalu, kapal NS Esperanza dari China merapat di Pelabuhan Poso membawa barang-barang modal untuk pengembangan  PLTA Poso Energy di desa Sulewana, Poso. Kedatangan kapal ini menandai terbukanya Poso untuk perdagangan internasional.

Komoditi lain yang rutin diekspor melalui kawasan ini antara lain minyak bumi mentah (crude oil), konsentrat nikel, minyak kelapa sawit (crude palm oil), dan lain-lain. Diharapkan dengan membaiknya kondisi keamanan dan ketersediaan infrastruktur akan mendorong masyarakat untuk melakukan terobosan usaha dan investasi di kawasan Poso dan sekitarnya.

6 Responses to "Ekspor Impor di Poso"

..semoga ditahun-tahun kedepan Kabupaten Poso dapat kembali seperti sediakala geliat ekonomi kembali pulih dan kegiatan perdagangan internasional kembali bergairah. (Jakarta)

sebagai bukti bahwa Poso telah bangkit pasca musibah…
mudah2an ini menjadi awal kemajuan kota yang indah ini… (danau Toba, Sumatera Utara)

semoga geliat ekonomi di POSO semakin baik di masa depan.. dengan potensi alam yang luar biasa indah semoga menjadi peluang yang positif untuk kemajuan masyarakat POSO dan sekitarnya….
semoga temen2 di bea cukai POSO dapat memberikan warna terindah buat kemajuan POSO….

semoga PLTA poso tidak merusak alam yang indah di POSO….green-economic development cocok buat POSO… kota maju dengan konservasi alam yang terjaga kelestariannya…(Jakarta)

nha makanya itu, pemda setempat harus lebih giat mengembangkan daerahnya, salah satunya melalui posting melalui internet seperti ini..
bagus sekali, bapak..
semoga Poso menjadi semakin berkembang dan jaya… (Darwin, Australia)

Is there any possibilities to do international trade in large scale in this area?
Crude palm oil could be a valuable commodity in Australia.
Nearest international port to Poso from Australia is in Darwin and we do hve facilities that can support large scale shipping, specially in LNG and mining products.
However, should they plan to do it, the local government need to develop a better inter-bank connection system.
Cheers to Poso people.

Darwin, Australia

Ya sedia payung sebelum hujan, MPN ada impor lancar. (Jakarta)

Comments are closed.

%d bloggers like this: